18 Jul 2018

Chica : Ini Pengalaman Baru

Saya Chica Riska Ashari. Lahir di Dili dan sekarang saya bekerja sebagai  Dosen Program studi Ilmu Gizi di Institut Kesehatan Indonesia.  Saya ingin berbagi pengalaman mengikuti riset beberapa waktu yang lalu di Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara. Mengingat riset sangat penting untuk dilakukan khususnya bagi kita seorang Akademisi. Dan mau ga mau teman-teman mahasiswa pasti akan melakukan riset untuk tugas akhir nantinya.

Riset yang saya ikuti ini adalah salah satu riset Nasional yang ketjeh di bidang kesehatan, judul nya Riset Kesehatan Dasar 2018 atau dikenal dengan Riskesdas 2018, teman-teman udah pernah dengar kan?. Riset ini merupakan riset paling bergengsi diantara riset dari Badan LitbangKes KemKes RI lainnya. Riset ini dilakukan secara berkala (setiap empat tahun sekali). Tujuan dari riset ini yaitu untuk memantau indikator status kesehatan masyarakat dan determinan yang mempengaruhinya. Populasi dalam riset ini adalah rumah tangga di Indonesia, Mencakup seluruh provinsi dan kabupaten/kota  (34 Provinsi, 416 Kabupaten dan 98 Kota).

Pada riset ini, saya diberi tanggungjawab sebagai PJT (Penanggungjawab Teknis) Kabupaten/Kota. Untuk terpilih menjadi PJT Kabupaten/Kota, sebelumnya saya mengikuti seleksi berkas. Saya ditugaskan di Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Bombana dengan membawahi 4 tim (16 orang) sebagai enumerator. Saya sangat senang karena saya bisa mendatangi daerah baru yang belum pernah saya datangi sebelumnya, jadinya bisa bekerja sambil liburan, Hehehe… Hal inilah yang membuat saya sangat tertarik untuk mengikuti riset, selain karena pendapatannya yang lumayan banget (itu sudah pasti).

Selain bisa bekerja sambil liburan, mengikuti riset juga bisa membuat kita mempelajari banyak hal-hal baru, apalagi di daerah-daerah asing yang belum pernah didatangi sebelumnya khususnya riset yang respondennya adalah rumah tangga. Riset seperti ini mengutip tentang kehidupan rumah tangga tersebut. Dengan hal itu, kita bisa mengetahui bagaimana kehidupan orang lain yang bisa membuat kita lebih bersyukur atas apa yang kita jalani sekarang, begitu banyak pengalaman-pengalaman dan pelajaran-pelajaran hidup di lapangan saat pengumpulan data.

Ada beberapa hal menarik yang saya dapatkan di lapangan, dan yang sangat menyentuh hati saya sampai meneteskan air mata adalah, ada salah satu rumah tangga yang menurut saya kehidupannya memprihatinkan, ada 5 orang anggota rumah tangga,terdiri dari ayah, ibu dan 3 orang anak. Mereka tinggal dirumah panggung yang kecil, berukuran sekitar……… Hanya satu ruangan. Diruangan tersebut mereka tidur, memasak dan mandi. Mereka tidur hanya beralaskan kasur, tidak ada ranjang, apa lagi kursi ataupun perabot lainnya.

Saya bertanya tentang apa yang mereka rasakan dengan hidup seperti itu, si ibu menjawab “saya bahagia karena masih bisa makan, anak-anak saya tidak kelaparan dan suaminya masih bisa bekerja”, sebuah jawaban yang membuat hati saya seperti terkoyak, karena Alhamdulillah kita memiliki kehidupan yang lebih layak tapi malah selalu mengeluh bahkan tidak bersyukur.

Rumahnya terletak di daerah terpencil di atas gunung, sekitar 2 jam perjalanan menggunakan motor dan jalanan nya penuh debu, jika hujan jalanannya becek dan berlumpur. Ketika kami kesana cuaca sedang panas-panas nya, sehingga pakaian kami penuh dengan debu. Sedangkan ketika pulang, kami kehujanan dan jalanannya sangat parah, becek, berlumpur dan licin.

Pengalaman menarik  lainnya adalah ketika saya  menyeberang pulau menggunakan kapal feri selama 6 jam, seorang diri di daerah asing. Saya seorang yang sangat penakut, ga pernah mau pergi sendiri. Tetapi dengan mengikuti riset seperti ini, membuat adrenalin saya lebih meningkat dan menuntut saya untuk bisa lebih berani kemanapun dan berjuang sendiri. Ini juga merupakan pegalaman pertama saya untuk naik kapal feri dan seru…. heheee… walaupun saya sempat khawatir mabok laut, trus sediri lagi, ga ada yang urusin, apa lagi bulan puasa khawatir puasanya batal tapi Alhamdulillah saya tidak mabok.

Dari pulau tersebut, saya kembali ke ibukota kabupaten menaiki kapal feri jam 1 malam dan sampai jam 7 pagi. Oh ya, satu hal yang menarik di pulau tersebut adalah orang yang kaya dan mampu tidak menjual belikan tanah tetapi gunung. Di pulau tersebut banyak gunung, dan semua gunung sudah ada pemiliknya. Hal inilah yang membuat pulau tersebut sebagai daerah pertambangan nikel.

Hal yang paling berkesan juga dari riset ini adalah saya memiliki teman baru, kerabat baru, keluarga baru. Begitu banyak hal-hal yang menarik yang saya alami saat melakukan riset ini. Dan beberapa saya share ditulisan ini. Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat menjadikan kita pribadi yang selalu bersyukur dan selalu melakukan yang terbaik dalam hidup.

Terima Kasih…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *